STRATEGI PEMBELAJARAN

Pengertian Strategi Pembelajaran

Strategi berasal dari bahasa Yunani yaitu strategia, strategi merupakan sebuah perencanaan yang panjang untuk berhasil dalam mencapai suatu keuntungan. Strategi juga didefinisikan sebagai suatu garis besar haluan bertindak untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan.

Strategi pembelajaran adalah spesifikasi untuk seleksi dan mengatur kejadian-kejadian dan kegiatan-kegiatan dalam satuan pelajaran. Strategi pembelajaran sebagai metode-metode untuk memanipulasi untuk unsurunsur pengetahuan. Strategi pembelajaran merupakan metode-metode untuk memanipulasi untuk unsur-unsur bahan-bahan pengetahuan.  Strategi Pembelajaran adalah cara untuk menyampaikan pembelajaran kepada siswa dan untuk menerima serta merespon masukan yang berasal dari siswa.

Strategi Pembelajaran merupakan prinsip-prinsip dan metode-metode dalam pemilihan urutan pengulangan belajar dalam suatu proses pembelajaran yang berkaitan erat dengan situasi belajar atau model pembelajaran. Strategi pembelajaran agama sebagai proses merupakan suatu sistem,

yang tidak terlepas dari komponen-komponen lainnya, yang mana satu dengan lainnya saling berkaitan, salah satu komponen dalam proses tersebut adalah strategi pembelajaran.

Apapun pengertian strategi pembelajaran Pendidikan Agama Islam adalah suatu strategi yang menjelaskan tentang komponen-komponen umum dari suatu set bahan pembelajaran pendidikan agama dan prosedur-prosedur yangakan digunakan bersama-sama dengan bahan-bahan tersebut untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien.

Jenis-jenis Strategi Pembelajaran

1.      Strategi Pembelajaran Ekspoitri

Strategi Pembelajaran ekspoitri adalah strategi pembelajaran yang menekankan kepada proses penyampaian materi secara verbal dari seorang guru kepada sekelompok siswa dengan maksud agar siswa dapat menguasai pelajaran dengan optimal. Metode pembelajaran yang sering digunakan adalah metode ceramah.

2.      Strategi Pembelajaran Inquiry

Strategi Pembelajaran inkuiri adalah rangkain kegiatan pembelajaran yang menekankan pada proses berpikir secara kritis dan analitis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah. salah satu metode dalam strategi ini adalah metode tutor sebaya.

3.      Strategi Pembelajaran Kooperatif

Pembelajaran kooperatif merupakan strategi yang menggunakan model pembelajaran dengan menggunakan sistem pengelompokan yang memiliki latar belakang kemampuan, jenis kelamin, rasa tau suku yang berbeda.

 

Dasar memilih Strategi Pembelajaran

Secara umum ada empat dasar dalam menentukan strategi pembelajaran, yakni:

  1. Mengindentifikasikan dan menetapkan kekhususan perubahan perilaku peserta didik yang diharapkan.
  2. Memilih sistem pendekatan belajar mengajar berdasarkan cita-cita dan pandangan hidup masyarakat.
  3. Memilih dan menetapkan metode belajar mengajar yang dianggap paling tepat dan efektif sehingga dapat dijadikan pegangan oleh pendidik dalam menunaikan tuganya.
  4. Memilih dan menetapkan ukuran keberhasilan kegiatan belaja rmengajar sehingga dapat dijadikan pedoman oleh guru untuk melakukan evaluasi (penilaian).

Selain empat dasar diatas, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan juga sebelum mengembangkan strategi pembelajaran pendidikan agama, yakni:

  1. Tujuan pembelajaran umum pendidikan Agama (dapat dilihat pada silabus atau garis-garis besar program pembelajaran yang diberlakukan).
  2. Karakteristik bidang studi pendidikan Agama.
  3. Karakteristik siswa yang akan mengikutinya (dapat diketahui melalui pre tes secara lisan maupun tertulis, angket dan lainnya).

 

Tinjauan tentang Tutor Sebaya

Pengertian Tutor Sebaya

Sebagai pelaksanaan program pembelajaran di kelas, seorang guru seyogyanya memilih strategi pembelajaran atau metode mengajar yang sesuai bagi siswa. Sebab penanganan siswa yang tidak mencapai keberhasilan dalam tujuan tidak harus selalu dilaksanakan oleh guru. Pemanfaatan strategi pembelajaran tutor sebaya yang dipimpin oleh guru, diharapkan memberikan hasil yang lebih baik dan optimal dari pada penyampaian langsung dari guru, karena hubungan teman biasanya lebih dekat dibandingkan hubungan guru dengan siswa.

Menurut Abu Ahmadi dan Widodo Supriyono, tutor sebaya adalah siswa yang ditunjuk atau ditugaskan membantu temannya yang mengalami kesulitan belajar, karena hubungan teman umumnya lebih dekat dibandingkan hubungan guru dengan siswa.20 Ada pula yang mengatakan bahwa tutor sebaya adalah bimbingan pembelajaran dalam bentuk pemberian bantuan, bimbingan, petunjuk arahan, dan motivasi agar para siswa belajar secara efektif dan efisien. Tutor sebaya adalah sebuah metode dimana peserta didik memberikan bantuan bimbingan pembelajaran kepada peserta didik lainnya.

Sudah merupakan suatu keharusan bagi seorang tutor sebaya untuk mengajarkan dan mengamalkan pengetahuannya kepada teman-temannya yang mengalami kesulitan belajar, dengan kata lain sebuah keharusan seorang peserta didik membantu bimbingan belajar kepada peserta didik lainnya dalam proses belajar mengajar.

Proses pembelajaran dengan menggunakan pendekatan tutor sebaya merupakan pembelajaran yang mandiri, karena siswa menggantikan fungsi guru untuk membantu temannya yang mengalami kesulitan belajar, adapun tujuannya adalah untuk memenuhi kebutuhan peserta didik yaitu dalam hal meningkatkan prestasi belajar anak dan motivasi belajar anak sehingga memenuhi standar KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) yang ditentukan sekolah.

 

Syarat-syarat Tutor Sebaya

Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi seorang tutor sebelum memberikan bantuan bimbingan kepada sebayanya diantaranya yaitu:

a.       Menguasai bahan yang ditutorkan

Seorang peserta didik yang menjadi tutor bagi teman sebayanya atau peserta didik lain harus paham dan menguasai tentang materi pelajaran yang akan di ajarkan ke teman sebayanya.

b.      Mengetahui cara mengajarkan bahan Selain menguasai bahan atau materi yang akan diajarkan kepada teman sebayanya, seorang peserta didik itu harus tahu cara mengajarkan atau menularkan kepada teman yang lain. Karena, kadang kala peserta didik mampu menguasai materi tertentu tidak bisa menyampaikan atau mengajarkan kepada peserta didik yang lain. Hal ini, tentu akan menjadi hambatan jika seorang peserta didik tidak mampu mengajarkan kepada temannya.

c.       Memiliki hubungan emosional yang baik.

Memiliki hubungan emosional yang baik artinya adanya suasana hubungan yang lebih akrab dan dekat antara siswa yang dibantu dengan siswa sebagai tutor yang membantu. Dengan hubungan emosional yang baik kepada peserta didik lain maka kegiatan tutorial akan berjalan dengan baik. Begitu pun sebaliknya, kegiatan tutorial tidak dapat berjalan jika antara teman sebaya tidak mempunyai hubungan yang baik atau tidak akrab.

 

Yang terpenting untuk menjadi seorang tutor sebaya adalah sebagai berikut:

1.      Dapat diterima (disetujui) oleh siswa yang mendapatkan program perbaikan sehingga tidak mempunyai rasa takut atau enggan untuk bertanya kepadanya. Yang terpenting dalam tutor sebaya adalah siswa atau peserta didik yang menjadi objek tutor oleh peserta didik yang mampu menjadi tutornya bersedia untuk menjadi tutornya. Karena pelaksanaan tutor sebaya tidak bisa berjalan apabila peserta didik tidak menerima atau tidak bersedia ditutori oleh teman sebayanya yang mampu tersebut.

2.      Tidak tinggi hati, kejam atau keras terhadap sesama kawan

Seorang peserta didik yang menjadi tutorial kepada teman sebayanya bisa dikatakan dia menjadi guru bagi temannya. Oleh karena itu, seorang guru harus mempunyai kompetensi yang baik, yaitu mempunyai Budi Pekerti yang baik (akhlakul karimah).

3.      Mempunyai daya kreatif yang cukup untuk memberikan bimbingan yang dapat menerangkan pembelajaran kepada temannya.

Selain mempunyai budi pekerti yang baik, seorang peserta didik tutorial juga perlu mempunyai daya kreatif yang cukup agar dalam menyampaikan bahan materi kepada teman sebayanya menjadi lebih mudah untuk dipahami. Selain hal terpenting yang telah dijelaskan di atas, seorang guru harus tetap mengadakan pengamatan secara kontinyu pada setiap kelompok, untuk memastikan tutor sebaya tidak melakukan kesalahan dalam mentransfer ilmu, bahkan terkadang pertukaran anggota pada setiap kelompok dapat dilakukan bila terdapat permaslahan pada satu kemlompok.

 

Tujuan dan Fungsi Tutor Sebaya

a.       Kegiatan tutor sebaya mempunyai tiga tujuan yaitu:

-          Meningkatkan penguasaan para siswa sesuai dengan muatan dalam

-    Untuk meningkatkan kemampuan dan ketrampilan tentang cara memecahkan, mengatasi kesulitan agar mampu membimbing diri sendiri.

-   Untuk meningkatkan kemampuan siswa tentang belajar mandiri dan menerapkannya pada masing-masing modul yang sedang dipelajari.

b.      Fungsi tutor sebaya

1.     Kulikuler, yakni sebagai pelaksana dan GBPP sebagaimana telah dibutuhkan bagi masing-masing modul dan mengkomunikasikannya kepada siswa

2.      Intruksional, yakni melaksanakan proses pembelajaran agar para siswa aktif belajar mandiri melalui modul yang ditetapkan.

3.  Diagnosis bimbingan, yakni membantu para siswa yang mengalami kelambatan dalam mempelajari modul berdasarkan hasil penilaian baik formatif maupun sumatif, sehingga siswa mampu membimbing diri sendiri.

4.   Administratif, yakni melaksanakan pencetakan, pelaporan, penilaian, dan teknik administratif lainnya sesuai tuntutan program modular.

5.   Personal, yakni memberikan keteladanan kepada siswa seperti penguasaan materi modul, cara belajar, sikap dan perilaku yang secara tidak langsung menggugah motivasi belajar mandiri dan motif berprestasi.

 

Kelebihan dan Kekurangan Tutor Sebaya

1.      Kelebihan tutor sebaya

a.      Adakalanya hasil lebih baik bagi beberapa anak yang mempunyai perasaan takut dan enggan kepada gurunya.

b.     Siswa akan lebih termotivasi karena belajar mandiri dengan teman sebayanya.

c.   Siswa akan lebih senang belajar karena biasanya terdapat siswa yang sukar belajar karena faktor guru yang kurang ramah.

d.    Bagi tutor, pekerjaan tutoring akan mempunyai akibat memperkuat konsep yang dibahas.

e.     Bagi tutor merupakan kesempatan untuk melatih diri, memegang rasa tanggung jawab dalam mengemban suatu tugas, dan melatih kesabaran.

f.     Mempererat hubungan sesama siswa sehingga mempertebal perasaan sosial.

 

2.      Kekurangan tutor sebaya

a.   Siswa yang dibantu seringkali belajar kurang serius karena berhadapan dengan temannya sendiri, sehingga hasilnya kurang memuaskan.

b.  beberapa anak yang menjadi malu bertanya karena takut rahasianya diketahui oleh temannya.

c.  Pada kelas-kelas tertentu, pekerjaan tutoring ini sukar dilaksanakan karena perbedaan kelamin antara tutor dengan siswa yang diberi program perbaikan.

d.   Bagi guru biasanya pada kelas tertentu sulit untuk menemukan tutor yang tepatbagi seseorang atau beberapa orang siswa yang harus dibimbing.

e.    Tidak semua siswa yang pandai atau cepat waktu belajarnya dapat mengerjakan kembali pada kawan-kawannya.

 

Jenis-jenis Kegiatan Tutorial

Kegiatan tutorial mencakup hal-hal sebagai berikut:

1.      Pemantapan, yaitu memantapkan pengetahuan yang dimiliki siswa sesuai dengan modul yang telah dipelajari sebelumnya.

2.      Pengayaan, yaitu memperluas pengetahuan dan pengalaman siswa sehingga hal-hal yang telah dipelajari dari modul menjadi lebih jelas, luas, dan terpadu.

3.      Bimbingan, yaitu membantu peserta didik dalam mengatasi kesulitan dan pemecah masalah.

4.      Perbaikan, memperbaiki kelemahan atau kekurangan-kekurangan siswa dalam mempelajari materi modul, baik dalam satu bagian maupun dalam keseluruhan bahan modul, melalui pengajaran remidial.

5.      Pembinaan, yaitu membina para siswa terutama dalam hal belajar mandiri, pembuatan tugas-tugas, prosedur penilaian, dan lain-lain.

6.      Waktu dan Tempat Pelaksanaan Tutorial


SUMBER BACAAN : 

Martinis Yamin, Strategi & Metode dalam Model Pembelajaran, Jakarta: Referensi GP Press Group, 2013.

Muhaimin, dkk. Strategi Belajar Mengajar Surabaya: CV. Citra Media, 1996.

Wina Sanjaya, Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran, Jakarta: Kencana, 2008.

Komentar