MANAJEMEN KELAS
Pemahaman tentang manajemen tergantung pada orang yang
menafsirkannya. Disebutkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia bahwa manajemen adalah
“penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran”.
Adapun manajemen menurut para ahli antara lain:
- James A. F. Stonner dalam Atmodiwirio (2005, hal. 5) manajemen adalah “proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian semua sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang ditetapkan”.
- Handayaningrat (1993, hal. 10) mendefinisikan manajemen adalah “pemanfaatansumber-sumber yang tersedia atau yang berpotensial di dalam pencapaian tujuan”.
- Sondang Siagian dalam Atmodiwirio (2005, hal. 5) menyebutkan bahwa manajemenadalah “kemampuan atau keterampilan seseorang untuk memperoleh sesuatu hasil dalam rangka pencapaian tujuan melalui kegiatan orang lain”.
Jadi, secara umum manajemen berdasarkan pengertian di atas adalah
kemampuan untuk mempengaruhi orang lain yang merupakan bawahan untuk melakukan
sesuatu atau pekerjaan dalam rangka mencapai tujuan organisasi melalui
kerjasama antara bawahan dengan pimpinan sesuai dengan ketersediaan sumber
daya.
Sekarang, istilah manajemen digunakan pada hampir setiap bidang,
termasuk pendidikan. Dalam dunia pendidikan istilah manajemen sering kita
dengar, ternyata manajemen mempunyai pengaruh yang besar bagi terselenggaranya
suatu organisasi pendidikan untuk mencapai hasil yang terbaik, yang diperoleh
dari sumber daya yang dimiliki. Manajemen merupakan sesuatu yang amat bermakna
dalam pendidikan menuju pada perubahan dan perbaikan. Dalam interaksi edukatif
manajemen merupakan suatu proses atau usaha yang dilakukan oleh seorang manajer
untuk mencapai suatu tujuan berdasarkan sasaran.
Pada intinya manajemen merupakan usaha yang dilakukan secara
serentak dan sistematis untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama. Manajemen
mencakup banyak hal, mulai dari perencanaan sampai kepada pengevaluasian,
sebagaimana dikatakan bahwa Manajemen dapat diartikan sebagai suatu ilmu dan
seni untuk mengadakan perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing),
pengarahan atau pelaksanaan (directing), pengkoordinasian (coordinating),
pengawasan (controlling) dan dan evaluasi (evaluating) terhadap orang dan
peralatan untuk mencapai tujuan organisasi atau lembaga secara efektif dan
efisien.
Manajemen adalah kegiatan pelaksanaannya managing, dan orang yang melakukannya
disebut manajer. Tugas-tugas operasional dilaksanakan melalui upaya-upaya
anggotanya. Manajemen mempunyai tujuan-tujuan tertentu dan bersifat tidak
berwujud, yang merupakan kemampuan dan keterampilan khusus yang dimiliki
seseorang untuk melakukan suatu kegiatan baik secara perorangan ataupun bersama
orang lain atau melalui orang lain dalam upaya mencapai tujuan organisasi
secara produktif, efektif dan efisien.
Dikatakan tidak berwujud karena tujuan manajemen tidak itu dapat
dilihat secara nyata, namun dapat dirasakan hasilnya berupa hasil pekerjaan
yang cukup, ada kepuasan pribadi, produk dan pelayanan yang optimal. Untuk
mencapai tujuan-tujuan usaha suatu kelompok organisasi membutuhkan manajemen
agar dapat dicapai dengan baik. Dengan demikian dapat dipahami bahwa manajemen
mempunyai fungsi-fungsi tertentu sehingga mampu secara positif mewujudkan
pencapaian tujuan organisasi.
Kelas
Secara sempit dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia kelas berarti “ruang tempat belajar dimadrasah”. Namun, “kelas bukan wujud ruangan tetapi sekelompok peserta didik yang sedang belajar, kelompok orang yang sedang belajar dapat kerja dilaboratorium, lapangan olahraga, workshop dan lain-lain”. Senada dengan itu, Rusydie menyatakan kelas adalah “suatu kelompok manusia yang akan melakukan kegiatan belajar bersama dengan mendapat pengajaran dari seorang guru”. Sebagaimana pengamat yang lain mengartikan istilah kelas dalam dua pemaknaan.
Pertama, kelas dalam arti sempit, yaitu berupa ruangan khusus,
tempat sejumlah siswa berkumpul untuk mengikuti proses belajar-mengajar. Kelas
dalam hal ini mengandung sifat-sifat statis, karena sekadar menunjuk pada
adanya pengelompokan siswa berdasarkan batas umur kronologis masing-masing. Kedua,
kelas dalam arti luas, yaitu masyarakat kecil yang secara dinamis menyelenggarakan
kegiatan belajar-mengajar secara kreatif untuk mencapai suatu tujuan.
Jadi, dari pengertian tersebut dapat dipahami bahwa yang dimaksud dengan kelas adalah sekelompok orang yang belajar tentang materi tertentu dengan tempat juga tertentu.
Manajemen Kelas
Manajemen kelas dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah “manajemen
untuk mencapai tujuan pengajaran di kelas”. Agar kelas teratur, maka perlu dimanage
atau perlunya manajemen kelas. Manajemen kelas adalah “upaya yang dilakukan
penanggung-jawab kegiatan belajar mengajar agar dicapai kondisi optimal
sehingga belajar mengajar berjalan seperti yang diharapkan. Pengelolaan tersebut
meliputi penyelenggaraan, pengurusan, dan ketatalaksanaan dalam menyelenggarakan
kelasnya”. Dengan batasan tersebut, maka batasan lebih bersifat luwes.
Manajemen sebagai suatu sistem mengandung komponen-komponen masukan, proses dan keluaran yang masing-masing tidak dapat dipisahkan dari keterlibatan faktor manusia, bahkan keberhasilan manajemen itu sendiri sangat bergantung pada sumber daya manusia pelaksananya.
Manajemen kelas ialah aktivitas memadukan sumber-sumber pendidikan
agar terpusat untuk kepentingan belajar kelas itu agar hasil belajar yang
optimal dapat dicapai. Sumber-sumber pendidikan yang dimaksud ialah orang-orang
yang membantu para siswa belajar seperti instruktur, dan sebagainya, materi
pelajaran, media belajar, lingkungan belajar, sarana atau fasilitas belajar,
dan informasi yang bertalian dengan kelas itu. Sumber-sumber inilah yang dicari
dan dipadukan untuk kepentingan kelas itu.
Jadi, dengan demikian manajemen kelas menunjukkan kepada kegiatan-kegiatan
yang menciptakan dan mempertahankan kondisi yang optimal bagi terjadinya proses
belajar. Hal tersebut akan terjadi bila kita lebih dahulu menciptakan kebaikan
agar untuk mendapatkan kebaikan dari apa yang telah kita lakukan. Sebab, tidak menutup
kemungkinan apa kita lakukan dengan terbaik akan berdampak baik terhadap apa
yang akan kita lakukan.
Tujuan Manajemen Kelas
Tujuan manajemen kelas pada umumnya bertujuan “untuk meningkatkan
efektivitas dan efesiensi dalam pencapaian tujuan pembelajaran”. Selain itu, untuk
menciptakan lingkungan kelas yang aman dan tenang. Dengan demikian tujuan
manajemen kelas pada hakekatnya menciptakan kondisi yang baik bagi terciptanya
pembelajaran yang efektif.
Tujuan manajemen kelas ada dua yang pertama adalah tujuan umum.
Tujuan umum manajemen kelas adalah menyediakan dan menggunakan fasilitas kelas
bagi bermacam-macam kegiatan belajar mengajar agar tercapai hasil belajar yang
baik. Sedangkan tujuan manajemen kelas yang kedua adalah tujuan khusus. Tujuan khusus
manajemen kelas adalah mengembangkan kemampuan siswa bekerja, belajar serta
membantu siswa untuk memperoleh hasil yang diharapkan.
Adapun tujuan dari manajemen kelas, yaitu sebagai berikut :
- Mewujudkan situasi dan kondisi kelas, baik sebagai lingkungan belajar maupun sebagai kelompok belajar, yang memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan kemampuan semaksimal mungkin.
- Menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi terwujudnya interaksi pembelajaran.
- Menyediakan dan mengatur fasilitas serta perabot belajar yang mendukung dan memungkinkan siswa belajar sesuai dengan lingkungan social, emosional dan intelektual siswa dalam kelas.
- Membina dan membimbing siswa sesuai dengan latar belakang sosial, ekonomi, budaya serta sifat-sifat individunya.
Jadi, dapat dipahami bahwa tujuan manajemen kelas adalah upaya
untuk mendayagunakan potensi kelas. Berhubung kelas mempunyai peranan dan
fungsi tertentu dalam menunjang keberhasilan proses edukatif, maka hal itu
dapat memberikan dorongan dan rangsanan terhadap anak didik untuk belajar.
Dalam hal ini, guru harus mampu mengelola situasi dan suasana kelas dengan
sebaik-baiknya. Intinya adalah agar setiap anak dapat bekerja dengan tertib
sehingga tercapainya tujuan pengajaran secara efektif dan efisien.
Aspek dan Fungsi Manajemen Kelas
Manajemen kelas ialah aktivitas memadukan sumber-sumber pendidikan
agar terpusat untuk kepentingan belajar kelas itu agar hasil belajar yang
optimal dapat dicapai. Sumber-sumber pendidikan yang dimaksud ialah orang-orang
yang membantu para siswa belajar seperti instruktor, dan sebagainya, materi
pelajaran, media belajar, lingkungan belajar, sarana atau fasilitas belajar,
dan informasi yang bertalian dengan kelas itu. Sumber-sumber inilah yang dicari
dan dipadukan untuk kepentingan kelas itu.
Jadi, dengan demikian manajemen kelas menunjukkan kepada kegiatan-kegiatan yang menciptakan dan mempertahankan kondisi yang optimal bagi terjadinya proses belajar. Suatu keterampilan bertindak seorang guru yang didasarkan kepada pengertian tentang sifat-sifat kelas dan kekuatan yang mendorong mereka bertindak. Guru ini berusaha memahami dan mendiagnosa situasi kelas, kemudian bertindak selektif serta kreatif untuk memperbaiki kondisi, sehingga dapat diciptakan situasi belajar mengajar yang baik.
Kelas dapat dipandang dari dua sudut, yaitu: Pertama, kelas dalam
arti sempit yakni ruangan yang dibatasi oleh dinding dan di tempati oleh sejumlah
siswa berkumpul untuk mengikuti proses belajar-mengajar. Kedua kelas dalam arti
luas adalah suatu masyarakat kecil yang merupakan bagian dari masyarakat
madrasah yang menyelenggarakan kegiatan-kegiatan mengajar yang kreatif untuk
mencapai tujuan
Pendidikan menyatakan diri melalui hasil-hasil yang dikelola dalam
proses instruksional telah membawa pengaruh terhadap peningkatan mutu
pendidikan. Hal ini terjadi karena sebelum melakukan kegiatan belajar mengajar
guru telah mendesain (mempersiapkan, merencanakan, mengatur, mengawasi serta
mengarahkan). Dengan demikian kegiatan pembelajaran dapat berjalan dengan baik.
Dalam hal ini manajemen kelas adalah kemampuan guru dalam mendayagunakan
potensi kelas berupa pemberian kesempatan seluas-luasnya kepada setiap personal
untuk melakukan kegiatan yang kreatif dan terarah sehingga waktu yang tersedia
dapat dimanfaatkan secara efisien untuk melakukan kegiatan-kegiatan kelas yang
berkaitan dengan kurikulum dan perkembangan murid.
Manajemen kelas adalah proses seleksi dan penggunaan alat-alat yang
tepat terhadap problem dan situasi kelas. Sedangkan pengelolaan kelas merupakan
keterampilan bertindak seorang guru yang didasarkan kepada pengertian sifat-sifat
kelas dan kekuatan yang mendukung mereka. Selanjutnya untuk memahami dan mendiagnosa
situasi kelaas dan kemampuan dalam bertindak selektif dan kreatif untuk memperbaiki
kondisi kelas sehingga dapat menciptakan situasi belajar mengajar yang baik.
Dari penngertian diatas dapat disimpulkan bahwa kegiatan mengelola
kelas tidak hanya me-manage kelas dari segi fisik saja akan tetapi
mendayagunakan segala potensi kelas, baik dari segi fisik kelas maupun dari
segi non-fisik seperti memberikan kesempatan bagi siswa untuk bertindak kreatif
ketika pembelajaran sedang berlangsung.
Fungsi utama manajemen itu ada lima yaitu :
- Planning
- Organizing
- Staffing
- Motivating
- Controlling.
Sementara itu secara umum ada yang menyebutkan empat fungsi manajemen dan apa yang dikemukakan oleh Terry diatas telah tercakup kedalam empat fungsi tersebut, yaitu : POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling).
Problem Manajemen Kelas
Memelihara agar tugas–tugas itu dapat berjalan lancar. Problem
manajemen kelas dapat dikelompokkan ke dalam dua kategori yaitu problem
individual dan problem kelompok.
Munculnya problem individual disebabkan beberapa kemungkinan tindakan siswa seperti
1. Tingkah laku yang ingin mendapat perhatian orang lain
2. Tingkah laku yang ingin menujukkan kekuatat
3. Tingkah laku yang bertujuan menyakiti orang lain
4. Peragaan ketidak mampuan.
Sedangkan problem-problem kelompok yang muncul dalam kelas :
- Kelas kurang kohesif lantaran alasan jenis kelamin, suku, tingkatan sosial ekonomi, dan sebagainya.
- Penyimpangan dari norma-norma tingkah laku yang telah disepakai sebelumnya.
- Kelas mereaksi negatif terhadap salah seorang anggotanya.
- “Membombang” anggota kelas yang justru melanggar norma kelompok
- Kelompok cenderung mudah dialihkan perhatiannya dari yang tengah digarap, semangat kerja rendah, kelas kurang mampu menyesuaikan diri dengan keadaan baru seperti gangguan jadwal guru terpaksa diganti sementara oleh guru lain.
Prinsip-prinsip dan Faktor-faktor dalam Manajemen Kelas
Secara umum faktor yang mempengaruhi manajemen kelas dibagi menjadi
dua golongan yaitu, faktor intern dan faktor ekstern siswa.”. Faktor intern siswa
berhubungan dengan problem emosi, pikiran, dan perilaku. Kepribadian siswa
dengan ciri-ciri khasnya masing-masing menyebabkan siswa berbeda dari siswa
lainnya sacara individual. Perbedaan sacara individual ini dapat dilihat dari
segi aspek yaitu perbedaan biologis, intelektual, dan psikologis.
Faktor ekstern siswa terkait dengan problem suasana lingkungan
belajar, penempatan siswa, pengelompokan siswa, tempat duduk siswa, jumlah
siswa, dan sebagainya. Problem jumlah siswa di kelas akan mewarnai dinamika
kelas. Semakin banyak jumlah siswa di kelas, misalnya dua puluh orang ke atas
akan cenderung lebih mudah terjadi konflik. Sebaliknya semakin sedikit jumlah
siswa di kelas cenderung lebih kecil terjadi konflik.
Komentar
Posting Komentar